No. 4 dari Seri Lead Magnet Gratis
📗 FREE EBOOK · SERI #4

SEM, Mediasi &
Moderasi untuk Tesis

Panduan Praktis CFA, Goodness of Fit, Bootstrap CI,
dan Johnson-Neyman — lengkap dengan template pelaporan

CFA & Validitas Konstruk
GoF Indices Lengkap
Mediasi Bootstrap CI
Moderasi & Interaksi
Johnson-Neyman Point
Template Kalimat Siap Pakai
Y
Yogo Aryo Jatmiko, SST, M.Stat
Founder Ruang Statistika · Statistisi BPS · Dosen Demografi Polstat STIS

Daftar Isi

Klik bagian mana pun untuk langsung menuju halaman tersebut.

01Confirmatory Factor Analysis (CFA)
02Goodness of Fit (GoF) Indices
03Mediasi & Bootstrap Confidence Interval
04Moderasi & Uji Interaksi
05Metode Johnson-Neyman
06Template Kalimat Pelaporan Lengkap
07Tentang Penulis & Konsultasi
💡
Tips membaca: Ebook ini dirancang sebagai referensi cepat — loncat langsung ke topik yang kamu butuhkan. Template kalimat bisa langsung disalin dengan tombol "Salin".

Confirmatory Factor Analysis (CFA)

Validasi konstruk sebelum masuk ke model SEM utama.

Apa itu CFA?

CFA adalah teknik untuk menguji apakah indikator-indikator yang kamu buat benar-benar mengukur konstruk laten yang dimaksud. Berbeda dengan EFA, di CFA kamu sudah punya hipotesis tentang struktur faktornya.

✅ CFA (Confirmatory)
Kamu sudah tahu indikator mana yang mengukur konstruk mana — diuji konfirmasinya dengan data.
🔍 EFA (Exploratory)
Belum tahu strukturnya — biarkan data yang menentukan pengelompokan faktor.

Kriteria Validitas dalam CFA

KriteriaNilai IdealKeterangan
Loading Factor (λ)≥ 0.50 (ideal ≥ 0.70)Kontribusi indikator terhadap konstruk
AVE≥ 0.50Validitas konvergen — konstruk menjelaskan ≥50% varians indikatornya
CR (Composite Reliability)≥ 0.70Reliabilitas konstruk (pengganti Alpha Cronbach di SEM)
Discriminant Validity√AVE > korelasi antar konstrukKonstruk berbeda cukup dari konstruk lain
HTMT< 0.85 atau < 0.90Alternatif uji discriminant validity (SmartPLS)

Rumus AVE & CR

🔢

Rumus AVE

AVE = Σλ² / (Σλ² + Σε)
λ = loading, ε = 1 − λ²

🔢

Rumus CR

CR = (Σλ)² / [(Σλ)² + Σ(1−λ²)]

💡
Di SmartPLS, AVE dan CR sudah otomatis muncul di tabel Construct Reliability and Validity. Di AMOS, kamu perlu menghitung manual atau pakai plugin/Excel.

Contoh Tabel CFA

Tabel 1
Hasil Confirmatory Factor Analysis
KonstrukIndikatorLoading (λ)AVECRStatus
Kepuasan KerjaKK10.8120.6340.839Valid & Reliabel
KK20.779
KK30.803
Komitmen Org.KO10.8410.6610.853Valid & Reliabel
KO20.760
KO30.832

Note. AVE = Average Variance Extracted; CR = Composite Reliability. Seluruh nilai memenuhi kriteria cut-off.

Goodness of Fit (GoF) Indices

Tabel referensi lengkap nilai ideal untuk menilai kelayakan model SEM.

⚠️
Pembimbing dan penguji hampir pasti akan menanyakan GoF. Laporkan minimal 3–5 indeks dari kategori yang berbeda — bukan hanya satu.

Tabel Referensi Nilai Ideal GoF

IndeksNilai IdealKategoriCatatan
Chi-Square (χ²)p > 0.05AbsoluteSensitif terhadap n besar; tidak bisa berdiri sendiri
χ²/df (CMIN/DF)≤ 2.0 (maks 3.0)AbsoluteRasio chi-square terhadap derajat bebas
RMSEA< 0.08 (ideal < 0.05)AbsoluteRoot Mean Square Error of Approximation
SRMR< 0.08AbsoluteStandardized Root Mean Square Residual
GFI≥ 0.90AbsoluteGoodness of Fit Index — mirip R² di regresi
AGFI≥ 0.90AbsoluteAdjusted GFI (memperhitungkan kompleksitas model)
CFI≥ 0.95 (min 0.90)IncrementalComparative Fit Index — paling sering dilaporkan
TLI (NNFI)≥ 0.90IncrementalTucker-Lewis Index — penalti model kompleks
NFI≥ 0.90IncrementalNormed Fit Index — terpengaruh ukuran sampel
AICMakin kecil makin baikParsimonyUntuk perbandingan model saja
PNFI≥ 0.50ParsimonyParsimony Normed Fit Index

Strategi Pelaporan GoF

Contoh Tabel Ringkasan Fit Model

Tabel 2
Hasil Evaluasi Goodness of Fit Model SEM
IndeksNilai Cut-offHasil ModelKesimpulan
CMIN/DF≤ 3.002.341Fit
RMSEA< 0.080.063Fit
CFI≥ 0.900.947Fit
TLI≥ 0.900.932Fit
GFI≥ 0.900.887Marginal
SRMR< 0.080.071Fit

Note. GFI yang marginal dapat diterima mengingat 5 dari 6 indeks lainnya memenuhi nilai cut-off.

⚠️
Perhatian: Chi-Square saja tidak cukup sebagai indikator fit. Pada n > 200, Chi-Square hampir selalu signifikan meski model sebenarnya baik. Selalu kombinasikan dengan RMSEA dan CFI.

Mediasi & Bootstrap CI

Cara kerja uji mediasi modern dan interpretasi Confidence Interval Bootstrap.

Konsep Dasar Mediasi

Mediasi menjelaskan mekanisme bagaimana variabel X mempengaruhi Y melalui variabel mediator M.

Mediator (M) X Y a b c' (direct effect)

Indirect effect = a × b  |  Total effect = a×b + c'

Jenis Mediasi

JenisKondisiArtinya
Mediasi Penuhc' tidak signifikan, a×b signifikanM sepenuhnya menjelaskan pengaruh X→Y
Mediasi Parsialc' signifikan, a×b signifikanM memediasi sebagian; jalur langsung tetap ada
Tidak Ada Mediasia×b tidak signifikanM bukan mediator yang valid

Mengapa Bootstrap? Bukan Sobel?

Uji Sobel mengasumsikan distribusi normal untuk indirect effect — padahal distribusi perkalian (a×b) cenderung non-normal. Bootstrap tidak butuh asumsi tersebut, sehingga lebih akurat dan lebih direkomendasikan literatur modern (Hayes, 2022).

💡
Gunakan 5.000 bootstrap samples (minimum) atau 10.000 untuk hasil lebih stabil. Di PROCESS Macro, SmartPLS, dan AMOS sudah tersedia fitur ini.

Cara Baca Confidence Interval Bootstrap

✅ Efek Mediasi SIGNIFIKAN
CI tidak mencakup nol (0)
Contoh: LLCI = 0.023, ULCI = 0.187
→ Indirect effect ada dan signifikan
❌ Efek Mediasi TIDAK Signifikan
CI mencakup nol (0)
Contoh: LLCI = −0.045, ULCI = 0.134
→ Indirect effect tidak terbukti
⚠️
Di Bootstrap, kamu tidak melihat p-value untuk indirect effect. Cukup periksa apakah nol (0) ada di antara LLCI dan ULCI. Jika tidak ada → signifikan.

Contoh Output Mediasi

Tabel 3
Hasil Uji Mediasi Bootstrap (5.000 resamples, 95% CI)
EfekKoefisienSELLCIULCIKesimpulan
Total Effect (c)0.4210.0890.2470.595Signifikan
Direct Effect (c')0.1980.0940.0130.383Signifikan
Indirect Effect (a×b)0.2230.0710.0970.378Mediasi Parsial

Moderasi & Uji Interaksi

Kapan dan bagaimana pengaruh X terhadap Y berubah tergantung nilai Z.

Apa itu Moderasi?

Moderasi terjadi ketika kekuatan atau arah pengaruh X terhadap Y berubah tergantung nilai variabel ketiga (moderator Z). Model moderasi mengandung interaction term: X×Z.

X Y Z (Mod) X×Z (interaction term)

Persamaan: Y = β₀ + β₁X + β₂Z + β₃(X×Z) + ε

Langkah Uji Moderasi

📌 Tips PROCESS Macro: Gunakan Model 1 di PROCESS MACRO SPSS (Hayes) untuk pure moderation. Output sudah otomatis menyertakan simple slope analysis dan Johnson-Neyman point.

Cara Baca Simple Slope Plot

📈

Tiga Garis di Plot Moderasi

Visualisasikan pada tiga level moderator Z: Tinggi (+1 SD), Sedang (Mean), Rendah (−1 SD). Jika ketiga garis memiliki kemiringan berbeda, moderasi ada. Garis-garis yang sejajar mengindikasikan moderasi lemah atau tidak ada.

Semakin berbeda kemiringan (slope) antar ketiga garis, semakin kuat efek moderasi yang ditemukan. Lanjut ke halaman berikut untuk analisis Johnson-Neyman yang lebih mendalam.

Metode Johnson-Neyman

Menemukan titik kritis moderator: di mana pengaruh X terhadap Y mulai signifikan.

Mengapa Johnson-Neyman?

Simple slope analysis hanya melihat pengaruh pada 3 titik tetap (tinggi/sedang/rendah). Johnson-Neyman lebih canggih: ia memberikan rentang nilai moderator di mana pengaruh X→Y menjadi signifikan atau tidak signifikan secara statistik — di seluruh range moderator.

Simple Slope Analysis
Cek di 3 titik tetap (±1SD, mean). Mudah divisualisasikan. Cocok untuk laporan standar.
Johnson-Neyman
Cek di seluruh range moderator. Menemukan titik kritis exact. Lebih kaya informasi.

Cara Interpretasi Output Johnson-Neyman

📍 Contoh Interpretasi Johnson-Neyman

Ketika nilai moderator Z berada di bawah 2.34 dan di atas 6.71, pengaruh X terhadap Y signifikan (p < 0.05). Pada rentang 2.34–6.71, pengaruh tidak signifikan secara statistik.

Contoh Tabel Output Johnson-Neyman

Tabel 4
Analisis Johnson-Neyman: Conditional Effects X→Y
Nilai Z (Moderator)Effect X→YSEp-valueStatus
1.000.4210.102.000Signifikan
2.34JN Point0.2810.143.050Batas Kritis
4.000.1870.156.231Tidak Sig.
6.71JN Point0.0510.143.050Batas Kritis
8.00−0.1340.089.032Signifikan (negatif)

Note. Johnson-Neyman points pada Z = 2.34 dan Z = 6.71. Di luar rentang ini, pengaruh X terhadap Y signifikan secara statistik (p < .05).

💡
Di PROCESS Macro, Johnson-Neyman output muncul otomatis di bawah bagian Regions of significance. Cukup ambil nilai batas atas dan bawah, lalu interpretasikan berapa persen sampel berada di tiap zona.

Template Kalimat Pelaporan

Ganti teks berwarna kuning dengan nilai dari outputmu — siap masuk ke bab hasil & pembahasan.

Template #1 — CFA: Validitas Konvergen

📐 CFA — Validitas Konvergen
Hasil pengujian CFA menunjukkan bahwa seluruh indikator konstruk [nama konstruk] memiliki nilai loading factor di atas [nilai minimum, misal 0.70], dengan nilai AVE sebesar [nilai AVE] dan Composite Reliability sebesar [nilai CR]. Dengan demikian, konstruk [nama konstruk] memenuhi kriteria validitas konvergen dan reliabilitas komposit.

Template #2 — CFA: Discriminant Validity

📐 CFA — Discriminant Validity
Uji validitas diskriminan dilakukan dengan membandingkan nilai akar AVE (√AVE = [nilai]) dengan korelasi antar konstruk. Hasil menunjukkan bahwa nilai √AVE lebih besar dari korelasi tertinggi antar konstruk ([nilai korelasi]), sehingga validitas diskriminan terpenuhi.

Template #3 — Goodness of Fit

📊 GoF — Fit Model SEM
Evaluasi kelayakan model struktural menunjukkan hasil yang baik, dengan nilai CMIN/DF = [nilai] (<3.00), RMSEA = [nilai] (<0.08), CFI = [nilai] (≥0.90), dan TLI = [nilai] (≥0.90). Berdasarkan kriteria tersebut, model penelitian dinyatakan fit dan layak digunakan untuk pengujian hipotesis.

Template #4 — Mediasi Signifikan (CI tidak mencakup 0)

🔗 Mediasi — Terbukti
Pengujian efek mediasi dilakukan menggunakan teknik bootstrapping dengan [5.000] resamples. Hasil menunjukkan bahwa efek tidak langsung (indirect effect) variabel [X] terhadap variabel [Y] melalui [M] adalah sebesar [nilai koefisien] dengan 95% Confidence Interval [LLCI = [nilai], ULCI = [nilai]]. Karena interval kepercayaan tidak mencakup nilai nol, dapat disimpulkan bahwa [M] terbukti memediasi pengaruh [X] terhadap [Y] secara signifikan. Mengingat efek langsung (direct effect) [masih / tidak lagi] signifikan (β = [nilai], p [< / >] 0.05), jenis mediasi yang terjadi adalah [parsial / penuh].

Template #5 — Mediasi Tidak Signifikan (CI mencakup 0)

🔗 Mediasi — Tidak Terbukti
Hasil bootstrap dengan [5.000] resamples menunjukkan efek tidak langsung sebesar [nilai] dengan 95% CI [LLCI = [nilai], ULCI = [nilai]]. Karena interval kepercayaan mencakup nilai nol, disimpulkan bahwa [M] tidak terbukti sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan [X] dan [Y].

Template #6 — Moderasi Terbukti

⚙️ Moderasi — Terbukti
Hasil uji interaksi menunjukkan bahwa koefisien interaction term antara [X] dan [Z] adalah signifikan (β = [nilai], t = [nilai], p = [nilai]). Hal ini mengindikasikan bahwa variabel [Z] terbukti memoderasi pengaruh [X] terhadap [Y]. Analisis simple slope menunjukkan bahwa pengaruh [X] terhadap [Y] lebih kuat pada kondisi [Z] tinggi (β = [nilai], p = [nilai]) dibandingkan kondisi [Z] rendah (β = [nilai], p = [nilai]).

Template #7 — Johnson-Neyman Point

🎯 Johnson-Neyman
Analisis Johnson-Neyman menunjukkan bahwa pengaruh [X] terhadap [Y] signifikan secara statistik ketika nilai moderator [Z] berada di bawah [nilai JN point 1] dan di atas [nilai JN point 2]. Sebanyak [persentase]% dari total sampel berada dalam rentang yang memberikan pengaruh signifikan, yang mengindikasikan bahwa moderasi memiliki relevansi praktis yang [kuat / moderat / lemah].
Pro Tip: Ganti teks dalam [kurung] dengan angka dari outputmu. Struktur kalimatnya sudah APA-friendly dan siap dipakai langsung di bab hasil.

Ruang Statistika

Platform konsultasi statistik untuk mahasiswa S1 hingga S3.

Y

Yogo Aryo Jatmiko, SST, M.Stat

Founder Ruang Statistika · AI Enthusiast · Statistisi BPS · Dosen Demografi Polstat STIS Jakarta

📊 10+ Tahun Pengalaman 📄 8+ Publikasi Jurnal 🎓 S1–S3 Dibimbing

Halo! Saya Yogo Aryo Jatmiko — Founder dari Ruang Statistika, Statistisi di BPS dan Dosen Demografi di Polstat STIS Jakarta. Sudah lebih dari 10 tahun bekerja dengan data dan statistik di lingkungan akademis dan pemerintahan.

Ruang Statistika lahir karena saya melihat banyak mahasiswa yang cerdas tapi tersandung di statistik — bukan karena tidak mampu, tapi karena kurang mendapat penjelasan yang tepat dan terjangkau. Di sini, saya tidak hanya mengerjakan datamu — saya ingin kamu benar-benar paham dan bisa menjelaskan ke pembimbing dengan percaya diri.

Tools yang Dibantu

SPSS AMOS SmartPLS R / RStudio JASP Stata Eviews

Paket Layanan

PaketHargaCocok untuk
Konsultasi SingkatMulai Rp 250K / sesiPertanyaan spesifik, interpretasi output
Olah DataMulai Rp 500K / paketPengolahan data lengkap + interpretasi
Pendampingan PenuhMulai Rp 1,2 JtS2/S3, multi-sesi, dari awal sampai sidang

SEM-mu beres sebelum sidang. 🎓

Dari CFA sampai Johnson-Neyman — kita selesaikan bersama. Chat sekarang, gratis tanpa komitmen.

💬 Chat WhatsApp Sekarang Atau kunjungi yogoaj.github.io/ruangstatistika