Panduan Praktis CFA, Goodness of Fit, Bootstrap CI,
dan Johnson-Neyman — lengkap dengan template pelaporan
Klik bagian mana pun untuk langsung menuju halaman tersebut.
Validasi konstruk sebelum masuk ke model SEM utama.
CFA adalah teknik untuk menguji apakah indikator-indikator yang kamu buat benar-benar mengukur konstruk laten yang dimaksud. Berbeda dengan EFA, di CFA kamu sudah punya hipotesis tentang struktur faktornya.
| Kriteria | Nilai Ideal | Keterangan |
|---|---|---|
| Loading Factor (λ) | ≥ 0.50 (ideal ≥ 0.70) | Kontribusi indikator terhadap konstruk |
| AVE | ≥ 0.50 | Validitas konvergen — konstruk menjelaskan ≥50% varians indikatornya |
| CR (Composite Reliability) | ≥ 0.70 | Reliabilitas konstruk (pengganti Alpha Cronbach di SEM) |
| Discriminant Validity | √AVE > korelasi antar konstruk | Konstruk berbeda cukup dari konstruk lain |
| HTMT | < 0.85 atau < 0.90 | Alternatif uji discriminant validity (SmartPLS) |
AVE = Σλ² / (Σλ² + Σε)
λ = loading, ε = 1 − λ²
CR = (Σλ)² / [(Σλ)² + Σ(1−λ²)]
| Konstruk | Indikator | Loading (λ) | AVE | CR | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| Kepuasan Kerja | KK1 | 0.812 | 0.634 | 0.839 | Valid & Reliabel |
| KK2 | 0.779 | ||||
| KK3 | 0.803 | ||||
| Komitmen Org. | KO1 | 0.841 | 0.661 | 0.853 | Valid & Reliabel |
| KO2 | 0.760 | ||||
| KO3 | 0.832 |
Note. AVE = Average Variance Extracted; CR = Composite Reliability. Seluruh nilai memenuhi kriteria cut-off.
Tabel referensi lengkap nilai ideal untuk menilai kelayakan model SEM.
| Indeks | Nilai Ideal | Kategori | Catatan |
|---|---|---|---|
| Chi-Square (χ²) | p > 0.05 | Absolute | Sensitif terhadap n besar; tidak bisa berdiri sendiri |
| χ²/df (CMIN/DF) | ≤ 2.0 (maks 3.0) | Absolute | Rasio chi-square terhadap derajat bebas |
| RMSEA | < 0.08 (ideal < 0.05) | Absolute | Root Mean Square Error of Approximation |
| SRMR | < 0.08 | Absolute | Standardized Root Mean Square Residual |
| GFI | ≥ 0.90 | Absolute | Goodness of Fit Index — mirip R² di regresi |
| AGFI | ≥ 0.90 | Absolute | Adjusted GFI (memperhitungkan kompleksitas model) |
| CFI | ≥ 0.95 (min 0.90) | Incremental | Comparative Fit Index — paling sering dilaporkan |
| TLI (NNFI) | ≥ 0.90 | Incremental | Tucker-Lewis Index — penalti model kompleks |
| NFI | ≥ 0.90 | Incremental | Normed Fit Index — terpengaruh ukuran sampel |
| AIC | Makin kecil makin baik | Parsimony | Untuk perbandingan model saja |
| PNFI | ≥ 0.50 | Parsimony | Parsimony Normed Fit Index |
Absolute, incremental, dan parsimony — masing-masing minimal satu indeks.
RMSEA, CFI, TLI, dan CMIN/DF adalah yang paling sering diminta pembimbing.
Jika ada indeks yang tidak memenuhi, jelaskan konteksnya: n besar, kompleksitas model, dll.
Tidak harus semua indeks memenuhi cut-off — yang penting mayoritas dan indeks kunci terpenuhi.
| Indeks | Nilai Cut-off | Hasil Model | Kesimpulan |
|---|---|---|---|
| CMIN/DF | ≤ 3.00 | 2.341 | Fit |
| RMSEA | < 0.08 | 0.063 | Fit |
| CFI | ≥ 0.90 | 0.947 | Fit |
| TLI | ≥ 0.90 | 0.932 | Fit |
| GFI | ≥ 0.90 | 0.887 | Marginal |
| SRMR | < 0.08 | 0.071 | Fit |
Note. GFI yang marginal dapat diterima mengingat 5 dari 6 indeks lainnya memenuhi nilai cut-off.
Cara kerja uji mediasi modern dan interpretasi Confidence Interval Bootstrap.
Mediasi menjelaskan mekanisme bagaimana variabel X mempengaruhi Y melalui variabel mediator M.
Indirect effect = a × b | Total effect = a×b + c'
| Jenis | Kondisi | Artinya |
|---|---|---|
| Mediasi Penuh | c' tidak signifikan, a×b signifikan | M sepenuhnya menjelaskan pengaruh X→Y |
| Mediasi Parsial | c' signifikan, a×b signifikan | M memediasi sebagian; jalur langsung tetap ada |
| Tidak Ada Mediasi | a×b tidak signifikan | M bukan mediator yang valid |
Uji Sobel mengasumsikan distribusi normal untuk indirect effect — padahal distribusi perkalian (a×b) cenderung non-normal. Bootstrap tidak butuh asumsi tersebut, sehingga lebih akurat dan lebih direkomendasikan literatur modern (Hayes, 2022).
| Efek | Koefisien | SE | LLCI | ULCI | Kesimpulan |
|---|---|---|---|---|---|
| Total Effect (c) | 0.421 | 0.089 | 0.247 | 0.595 | Signifikan |
| Direct Effect (c') | 0.198 | 0.094 | 0.013 | 0.383 | Signifikan |
| Indirect Effect (a×b) | 0.223 | 0.071 | 0.097 | 0.378 | Mediasi Parsial |
Kapan dan bagaimana pengaruh X terhadap Y berubah tergantung nilai Z.
Moderasi terjadi ketika kekuatan atau arah pengaruh X terhadap Y berubah tergantung nilai variabel ketiga (moderator Z). Model moderasi mengandung interaction term: X×Z.
Persamaan: Y = β₀ + β₁X + β₂Z + β₃(X×Z) + ε
Lakukan sebelum membuat interaction term untuk mengurangi multikolinearitas.
XZ = X_centered × Z_centered
Jangan memasukkan secara bertahap kecuali untuk tujuan perbandingan model.
Jika p < 0.05, moderasi terbukti secara statistik.
Gambar garis X→Y pada Z tinggi (+1 SD), Z sedang (Mean), dan Z rendah (−1 SD).
Visualisasikan pada tiga level moderator Z: Tinggi (+1 SD), Sedang (Mean), Rendah (−1 SD). Jika ketiga garis memiliki kemiringan berbeda, moderasi ada. Garis-garis yang sejajar mengindikasikan moderasi lemah atau tidak ada.
Menemukan titik kritis moderator: di mana pengaruh X terhadap Y mulai signifikan.
Simple slope analysis hanya melihat pengaruh pada 3 titik tetap (tinggi/sedang/rendah). Johnson-Neyman lebih canggih: ia memberikan rentang nilai moderator di mana pengaruh X→Y menjadi signifikan atau tidak signifikan secara statistik — di seluruh range moderator.
Ketika nilai moderator Z berada di bawah 2.34 dan di atas 6.71, pengaruh X terhadap Y signifikan (p < 0.05). Pada rentang 2.34–6.71, pengaruh tidak signifikan secara statistik.
Lihat baris dalam output di mana tanda p-value berubah dari < 0.05 menjadi > 0.05 (atau sebaliknya). Itulah titik kritisnya.
Jika mayoritas sampel berada di rentang signifikan, efek moderasi kuat secara praktis.
Grafik floodlight menampilkan rentang J-N secara visual — sangat memukau di mata pembimbing dan penguji.
| Nilai Z (Moderator) | Effect X→Y | SE | p-value | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1.00 | 0.421 | 0.102 | .000 | Signifikan |
| 2.34 ← JN Point | 0.281 | 0.143 | .050 | Batas Kritis |
| 4.00 | 0.187 | 0.156 | .231 | Tidak Sig. |
| 6.71 ← JN Point | 0.051 | 0.143 | .050 | Batas Kritis |
| 8.00 | −0.134 | 0.089 | .032 | Signifikan (negatif) |
Note. Johnson-Neyman points pada Z = 2.34 dan Z = 6.71. Di luar rentang ini, pengaruh X terhadap Y signifikan secara statistik (p < .05).
Ganti teks berwarna kuning dengan nilai dari outputmu — siap masuk ke bab hasil & pembahasan.
Platform konsultasi statistik untuk mahasiswa S1 hingga S3.
Founder Ruang Statistika · AI Enthusiast · Statistisi BPS · Dosen Demografi Polstat STIS Jakarta
Halo! Saya Yogo Aryo Jatmiko — Founder dari Ruang Statistika, Statistisi di BPS dan Dosen Demografi di Polstat STIS Jakarta. Sudah lebih dari 10 tahun bekerja dengan data dan statistik di lingkungan akademis dan pemerintahan.
Ruang Statistika lahir karena saya melihat banyak mahasiswa yang cerdas tapi tersandung di statistik — bukan karena tidak mampu, tapi karena kurang mendapat penjelasan yang tepat dan terjangkau. Di sini, saya tidak hanya mengerjakan datamu — saya ingin kamu benar-benar paham dan bisa menjelaskan ke pembimbing dengan percaya diri.
| Paket | Harga | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Konsultasi Singkat | Mulai Rp 250K / sesi | Pertanyaan spesifik, interpretasi output |
| Olah Data | Mulai Rp 500K / paket | Pengolahan data lengkap + interpretasi |
| Pendampingan Penuh | Mulai Rp 1,2 Jt | S2/S3, multi-sesi, dari awal sampai sidang |
Dari CFA sampai Johnson-Neyman — kita selesaikan bersama. Chat sekarang, gratis tanpa komitmen.
💬 Chat WhatsApp Sekarang Atau kunjungi yogoaj.github.io/ruangstatistika