No. 5 dari Seri Lead Magnet Gratis
📙 FREE EBOOK · SERI #5

Validitas & Reliabilitas
Instrumen Penelitian

Panduan lengkap uji validitas (CVR, CITC, AVE, CR) dan reliabilitas (Cronbach Alpha) — disertai tabel interpretasi, step-by-step prosedur, dan template kalimat pelaporan siap pakai.

Content Validity (CVR)
Construct Validity (CITC, AVE, CR)
Cronbach Alpha + Tabel Interpretasi
Step-by-Step Prosedur Uji
Template Kalimat Pelaporan
Y
Yogo Aryo Jatmiko, SST, M.Stat
Statistisi BPS · Dosen Polstat STIS · Founder Ruang Statistika

Mengapa Validitas & Reliabilitas Itu Penting?

Sebelum menganalisis data, pastikan instrumen Anda benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Ini fondasi dari seluruh penelitian Anda.

1.1 Apa Itu Validitas?

Validitas adalah sejauh mana instrumen (kuesioner, skala, tes) benar-benar mengukur konstruk yang ingin diukur. Instrumen yang valid artinya item-item di dalamnya relevan, tepat, dan merepresentasikan konsep yang diteliti.

✅ Instrumen Valid

Butir soal "Saya merasa pekerjaan saya bermakna" → mengukur kepuasan kerja intrinsik dengan tepat.

❌ Instrumen Tidak Valid

Butir soal "Gaji saya mencukupi" digunakan untuk mengukur motivasi intrinsik — mengukur hal yang salah.

1.2 Apa Itu Reliabilitas?

Reliabilitas adalah konsistensi pengukuran. Instrumen yang reliabel akan menghasilkan skor yang sama (atau hampir sama) jika digunakan pada kondisi yang setara. Reliabilitas tidak menjamin validitas, tapi validitas mensyaratkan reliabilitas.

🎯 Analogi Sederhana
Bayangkan timbangan badan. Timbangan yang setiap hari menunjukkan 60 kg padahal berat Anda 65 kg → reliabel tapi tidak valid. Timbangan yang kadang 60 kg, kadang 70 kg → tidak reliabel dan tidak valid. Yang kita inginkan: selalu menunjukkan 65 kg → reliabel sekaligus valid.

1.3 Jenis-Jenis Validitas dalam Penelitian Sosial

📋 Content Validity (Validitas Isi)

Apakah item-item mencakup seluruh domain/dimensi konstruk secara representatif? Dinilai oleh panel ahli. Diukur dengan Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI).

🔬 Construct Validity (Validitas Konstruk)

Apakah item-item berkorelasi kuat dengan konstruk laten yang ingin diukur? Dinilai dari data empiris responden. Diukur melalui CITC (corrected item-total correlation), AVE, dan CR.

📊 Convergent Validity

Bukti bahwa indikator dari konstruk yang sama berkorelasi tinggi satu sama lain. Ditunjukkan oleh AVE ≥ 0.50 dan factor loading ≥ 0.50.

🔀 Discriminant Validity

Bukti bahwa konstruk yang berbeda tidak terlalu berkorelasi. Ditunjukkan oleh √AVE > korelasi antar konstruk (kriteria Fornell-Larcker).

💡 Alur Pengujian yang Disarankan
Langkah 1: Uji Content Validity (CVR) sebelum penyebaran kuesioner besar → Langkah 2: Uji Construct Validity (CITC) pada data empiris → Langkah 3: Uji Reliabilitas (Cronbach Alpha / CR) → Langkah 4: Laporkan hasilnya di Bab 3.

Content Validity Ratio (CVR)

Dilakukan sebelum kuesioner disebarkan ke responden. Melibatkan panel ahli (subject matter expert) untuk menilai relevansi setiap butir.

2.1 Apa Itu CVR?

CVR (Content Validity Ratio) dikembangkan oleh Lawshe (1975) untuk mengkuantifikasi penilaian panel ahli terhadap relevansi setiap item instrumen. Setiap ahli diminta menjawab apakah item "penting/esensial", "berguna tapi tidak esensial", atau "tidak perlu".

CVR = (n_e − N/2) / (N/2)

Di mana: n_e = jumlah ahli yang menilai "esensial", N = total jumlah ahli panel.

📌 Rentang Nilai CVR
CVR berkisar antara −1.00 hingga +1.00. Nilai CVR = 0 berarti setengah ahli menilai esensial. CVR = 1 berarti semua ahli menilai esensial. Nilai negatif berarti mayoritas ahli menilai item tidak esensial.

2.2 Tabel Nilai CVR Minimum (Lawshe, 1975)

Nilai CVR harus memenuhi nilai minimum berikut agar item dinyatakan valid secara isi (p < .05, one-tailed):

Jumlah Ahli (N) Nilai CVR Minimum Keputusan
50.99Butuhkan hampir semua setuju
60.99Hampir semua setuju
70.99Hampir semua setuju
80.756 dari 8 ahli setuju
90.787 dari 9 ahli setuju
100.628 dari 10 ahli setuju
120.5610 dari 12 ahli setuju
150.4911 dari 15 ahli setuju
200.4215 dari 20 ahli setuju
400.2925 dari 40 ahli setuju

2.3 Content Validity Index (CVI)

Setelah CVR per-item dihitung, CVI (Content Validity Index) dihitung sebagai rata-rata CVR seluruh item. Ini menggambarkan kualitas instrumen secara keseluruhan.

CVI = (Σ CVR per item) / Jumlah total item
Nilai CVIInterpretasiRekomendasi
CVI ≥ 0.90Sangat BaikInstrumen siap digunakan
0.80 ≤ CVI < 0.90BaikRevisi minor sebelum digunakan
CVI < 0.80Tidak MemadaiRevisi substansial atau ganti item
⚠️ Praktik di Lapangan
Dalam penelitian skripsi/tesis Indonesia, panel ahli umumnya terdiri dari 3–5 orang dosen/praktisi. Dengan N=5, CVR minimum = 0.99, artinya semua ahli harus setuju item itu esensial. Gunakan minimal 5 ahli, idealnya 7–10 untuk fleksibilitas lebih tinggi.

2.4 Contoh Perhitungan CVR

Misal panel terdiri dari 8 ahli (N=8). Item X1 dinilai esensial oleh 7 ahli (n_e = 7):

CVR = (7 − 8/2) / (8/2) = (7 − 4) / 4 = 3/4 = 0.75

Nilai CVR = 0.75 ≥ 0.75 (nilai minimum untuk N=8) → Item dinyatakan VALID secara isi ✓

Validitas Konstruk: CITC, AVE & CR

Dilakukan pada data empiris (setelah kuesioner disebarkan). Menguji apakah setiap item benar-benar mengukur konstruk yang dituju.

3.1 Corrected Item-Total Correlation (CITC)

CITC (sering disebut juga item-rest correlation atau nilai r dalam output SPSS) mengukur korelasi antara satu item dengan total skor instrumen setelah item tersebut dikeluarkan. Ini adalah cara paling umum untuk uji validitas konstruk pada penelitian sosial berbasis skripsi/tesis.

r_citc = korelasi(skor item_i , total skor − skor item_i)
Nilai CITC (r)InterpretasiKeputusan Item
r ≥ 0.30ValidPertahankan item
0.25 ≤ r < 0.30MarginalRevisi wording item, coba lagi
r < 0.25 (atau < 0.20)Tidak ValidBuang item (drop)
💡 Catatan SPSS
Di SPSS, nilai CITC berada di kolom "Corrected Item-Total Correlation" dalam output Reliability Analysis (Analyze → Scale → Reliability Analysis). Kolom ini sudah mengoreksi kontribusi item itu sendiri.

3.2 Average Variance Extracted (AVE)

AVE mengukur seberapa besar varians indikator yang dapat dijelaskan oleh konstruk laten. Digunakan dalam analisis berbasis SEM / SmartPLS / CFA. Nilai AVE didapat dari factor loadings masing-masing indikator.

AVE = Σ(λ²) / [Σ(λ²) + Σ(1−λ²)]

λ = factor loading (standardized) masing-masing indikator

Nilai AVEInterpretasiKeputusan
AVE ≥ 0.50Convergent Validity TerpenuhiKonstruk valid, lebih banyak varians dijelaskan oleh konstruk daripada error
AVE < 0.50Convergent Validity Tidak TerpenuhiIndikator terlalu lemah; pertimbangkan menghapus item dengan loading rendah

3.3 Composite Reliability (CR)

CR (atau Construct Reliability / Rho_c) adalah alternatif Cronbach Alpha yang lebih akurat untuk model CFA/SEM karena memperhitungkan factor loading masing-masing indikator (tidak mengasumsikan semua indikator memiliki bobot sama).

CR = (Σλ)² / [(Σλ)² + Σ(1−λ²)]
Nilai CRInterpretasiKesimpulan
CR ≥ 0.70Reliabilitas Komposit BaikKonstruk reliabel — gunakan dalam analisis SEM/PLS
0.60 ≤ CR < 0.70Dapat Diterima (Eksploratori)Masih dapat digunakan untuk penelitian eksploratori
CR < 0.60Tidak MemadaiRevisi instrumen, tambah indikator

3.4 Discriminant Validity (Fornell-Larcker)

Untuk memastikan konstruk yang berbeda benar-benar mengukur hal yang berbeda, gunakan kriteria Fornell-Larcker:

Syarat Discriminant Validity:
√AVE setiap konstruk harus lebih besar dari korelasi konstruk tersebut dengan konstruk lainnya.

Contoh: Konstruk A (AVE = 0.60) → √0.60 = 0.775. Maka korelasi A dengan B, A dengan C, dst. harus < 0.775.
✅ Ringkasan Kriteria Construct Validity
CITC ≥ 0.30 (untuk analisis skala SPSS) | Factor Loading ≥ 0.50 (untuk CFA/SEM) | AVE ≥ 0.50 | CR ≥ 0.70 | √AVE > r antar-konstruk

Cronbach Alpha & Tabel Interpretasi

Cronbach Alpha (α) adalah indeks konsistensi internal yang paling banyak digunakan dalam penelitian sosial. Berikut panduan lengkapnya.

4.1 Rumus Cronbach Alpha

Cronbach Alpha mengukur rata-rata korelasi antar seluruh pasangan item dalam instrumen, lalu mengestimasi konsistensi internal secara keseluruhan.

α = (k / (k−1)) × [1 − (Σσ²_i / σ²_total)]

k = jumlah item | σ²_i = varians tiap item | σ²_total = varians total skor

4.2 Tabel Interpretasi Cronbach Alpha

Berikut tabel interpretasi yang paling umum digunakan dalam penelitian sosial Indonesia (mengacu pada George & Mallery, 2003 dan Nunnally, 1978):

Nilai Alpha (α) Tingkat Reliabilitas Rekomendasi Penggunaan
α ≥ 0.90 Sangat Tinggi / Sempurna Excellent — siap digunakan untuk penelitian klinis/kesehatan dan skripsi
0.80 ≤ α < 0.90 Tinggi / Baik Good — memenuhi standar penelitian akademik dengan baik
0.70 ≤ α < 0.80 Cukup / Dapat Diterima Acceptable — standar minimum untuk penelitian sosial dan skripsi
0.60 ≤ α < 0.70 Kurang / Dipertanyakan Questionable — hanya diterima untuk penelitian eksploratori awal
0.50 ≤ α < 0.60 Rendah / Tidak Dapat Diterima Poor — revisi instrumen disarankan
α < 0.50 Sangat Rendah / Ditolak Unacceptable — instrumen harus dirancang ulang
α ≥ 0.90 — Excellent 0.80–0.89 — Good 0.70–0.79 — Acceptable 0.60–0.69 — Questionable α < 0.60 — Unacceptable

4.3 Syarat dan Asumsi Cronbach Alpha

✅ Asumsi Terpenuhi

Item-item mengukur konstruk yang sama dan unidimensional. Semua item memiliki skala yang sama (misal: semua Likert 1–5).

⚠️ Perhatikan Ini

Alpha sangat dipengaruhi jumlah item — makin banyak item, makin tinggi alpha. Alpha tinggi belum tentu valid!

4.4 Kapan Gunakan CR vs Cronbach Alpha?

KondisiGunakanAlasan
Analisis skala sederhana (SPSS)Cronbach AlphaTersedia di semua software, mudah dilaporkan
SEM / CFA / SmartPLSCR (Composite Reliability)Lebih akurat karena mempertimbangkan loading berbeda-beda
Penelitian skripsi/tesis umumCronbach AlphaStandar baku di Indonesia, diterima semua penguji
Jurnal internasional (SEM)CR + AVEStandar pelaporan untuk model measurement
⚠️ Jangan Lakukan Ini
Jangan menghapus item hanya karena nilai "Alpha if Item Deleted" naik. Pertimbangkan juga apakah item tersebut penting secara konten dan apakah CITC-nya cukup. Menghapus terlalu banyak item bisa mengorbankan validitas isi.

Step-by-Step Prosedur Uji Instrumen

Panduan lengkap dari awal hingga laporan: cara menjalankan uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS, Python, atau SmartPLS.

5.1 Prosedur Uji SPSS (Reliability Analysis)

1

Buka Data & Siapkan Kolom Item

Pastikan setiap item instrumen memiliki kolom tersendiri (X1, X2, X3, …, Xk). Skala harus numerik. Reverse item harus sudah di-recode sebelum analisis.

2

Buka Reliability Analysis

Klik Analyze → Scale → Reliability Analysis. Pindahkan semua item konstruk ke kotak "Items". Pastikan Model = Alpha.

3

Aktifkan Opsi Statistics

Klik tombol Statistics. Centang: Item, Scale, Scale if item deleted. Klik Continue → OK. Output utama: Cronbach Alpha dan tabel Item-Total Statistics.

4

Baca Kolom "Corrected Item-Total Correlation"

Ini adalah nilai CITC. Item dengan nilai r < 0.30 → hapus. Setelah menghapus item, ulangi analisis hingga semua item memenuhi kriteria.

5

Cek Cronbach Alpha Final

Setelah item-item tidak valid dibuang, baca nilai Reliability Statistics → Cronbach's Alpha. Nilai ≥ 0.70 → instrumen reliabel. Catat nilai ini untuk dilaporkan di Bab 3.

5.2 Prosedur Uji SmartPLS / AMOS (AVE & CR)

1

Bangun Model Measurement (CFA)

Di SmartPLS: buat outer model dengan semua indikator mengarah ke konstruk latennya. Di AMOS: buat CFA diagram dengan setiap indikator terhubung ke konstruk.

2

Jalankan PLS Algorithm / CFA Run

SmartPLS: klik Calculate → PLS Algorithm. AMOS: klik tombol Calculate estimates. Dapatkan nilai outer loading (standardized factor loading) untuk setiap indikator.

3

Cek Outer Loading / Factor Loading

Indikator dengan loading < 0.50 → pertimbangkan untuk dihapus. Indikator dengan loading 0.50–0.70 → masih dapat diterima jika AVE ≥ 0.50. Loading > 0.70 → ideal.

4

Hitung AVE dan CR

SmartPLS otomatis menampilkan AVE dan Composite Reliability di tabel Construct Reliability and Validity. AMOS: hitung manual dari output standardized loading. Targetkan AVE ≥ 0.50 dan CR ≥ 0.70.

5

Uji Discriminant Validity (Fornell-Larcker)

SmartPLS: Lihat tabel Discriminant Validity → Fornell-Larcker Criterion. Pastikan nilai diagonal (√AVE) lebih besar dari semua nilai di baris/kolom yang sama.

✅ Tips Praktis
Lakukan uji validitas dan reliabilitas pada data pilot study terlebih dahulu (30–50 responden) sebelum menyebarkan ke sampel penuh. Ini menghemat waktu dan memastikan instrumen sudah baik.

5.3 Ringkasan Kriteria Keputusan

UjiIndikatorNilai MinimumKeputusan jika Tidak Terpenuhi
Content ValidityCVR per item≥ nilai kritis Lawshe (N ahli)Revisi/hapus item
Content ValidityCVI instrumen≥ 0.80Revisi substansial instrumen
Construct Validity (SPSS)CITC (r)≥ 0.30Hapus item, ulangi analisis
Construct Validity (SEM)Factor Loading (λ)≥ 0.50Hapus indikator lemah
Convergent ValidityAVE≥ 0.50Hapus indikator loading rendah
Discriminant Validity√AVE vs r antar-konstruk√AVE > rPeriksa multikolinearitas konstruk
Reliabilitas (SPSS)Cronbach Alpha (α)≥ 0.70Revisi item, hapus yang melemahkan alpha
Reliabilitas (SEM)Composite Reliability (CR)≥ 0.70Tambah/perbaiki indikator

Template Kalimat Pelaporan Hasil Uji

Kalimat siap pakai untuk Bab 3 (Metodologi) dan Bab 4 (Hasil) skripsi/tesis Anda. Ganti bagian yang dicetak tebal sesuai hasil analisis.

6.1 Template Pelaporan Content Validity (CVR)

Laporan CVR — Bab 3 Metodologi
Template
Uji validitas isi instrumen dilakukan oleh [jumlah] ahli di bidang [nama bidang]. Setiap item dinilai menggunakan Content Validity Ratio (CVR) mengacu pada kriteria Lawshe (1975). Hasil penilaian menunjukkan bahwa [jumlah item] dari [total item] item memenuhi nilai CVR minimum sebesar [nilai kritis] (N = [jumlah ahli]). Content Validity Index (CVI) instrumen secara keseluruhan sebesar [nilai CVI], yang berada dalam kategori [baik/sangat baik]. Dengan demikian, instrumen dinilai memiliki validitas isi yang memadai.

6.2 Template Pelaporan CITC dan Cronbach Alpha

Laporan Validitas & Reliabilitas SPSS — Bab 3
Template Metodologi
Uji validitas instrumen dilakukan menggunakan teknik Corrected Item-Total Correlation (CITC) pada data uji coba dengan N = [jumlah responden] responden. Item dinyatakan valid apabila nilai CITC ≥ 0.30 (Sugiyono, 2019). Uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha dengan kriteria reliabel apabila α ≥ 0.70 (Nunnally, 1978).
Laporan Hasil Uji Validitas CITC — Bab 4
Template Hasil
Hasil uji validitas terhadap variabel [nama variabel] menunjukkan bahwa dari [total] item yang diuji, [jumlah item valid] item dinyatakan valid dengan nilai Corrected Item-Total Correlation berkisar antara [nilai min] hingga [nilai max] (r ≥ 0.30). Sebanyak [jumlah item gugur] item gugur karena memiliki nilai CITC di bawah 0.30, yaitu item [nomor item]. Item yang gugur tidak diikutsertakan dalam analisis selanjutnya.
Laporan Cronbach Alpha — Bab 4
Template Hasil
Uji reliabilitas terhadap variabel [nama variabel] menghasilkan nilai Cronbach Alpha sebesar α = [nilai]. Nilai ini berada di atas ambang batas reliabilitas yang ditetapkan (α ≥ 0.70), sehingga instrumen dinyatakan reliabel dan konsisten dalam mengukur konstruk yang dituju. Berdasarkan kategori George & Mallery (2003), tingkat reliabilitas instrumen ini tergolong [sangat tinggi/tinggi/cukup].

6.3 Template Pelaporan AVE & CR (SEM/PLS)

Laporan Convergent Validity — AVE & CR
Template Hasil SEM/PLS
Hasil uji convergent validity menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0.50, berkisar antara [nilai min AVE] hingga [nilai max AVE], yang mengindikasikan bahwa lebih dari 50% varians indikator dapat dijelaskan oleh konstruk latennya. Composite Reliability (CR) seluruh konstruk berada di atas 0.70, berkisar antara [nilai min CR] hingga [nilai max CR], sehingga seluruh konstruk dinyatakan reliabel (Hair et al., 2019).
Laporan Discriminant Validity — Fornell-Larcker
Template Hasil SEM/PLS
Uji discriminant validity menggunakan kriteria Fornell-Larcker menunjukkan bahwa nilai akar kuadrat AVE (√AVE) setiap konstruk lebih besar dari korelasi konstruk tersebut dengan konstruk lainnya. Konstruk dengan √AVE terkecil adalah [nama konstruk] sebesar [nilai], yang masih lebih besar dari korelasi tertinggi dengan konstruk lain sebesar [nilai korelasi]. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa seluruh konstruk memiliki discriminant validity yang memadai (Fornell & Larcker, 1981).

6.4 Referensi yang Sering Digunakan

CVR/CVI

Lawshe, C. H. (1975). A quantitative approach to content validity. Personnel Psychology, 28(4), 563–575.

Cronbach Alpha

Nunnally, J. C. (1978). Psychometric theory (2nd ed.). McGraw-Hill.
George, D., & Mallery, P. (2003). SPSS for Windows. Pearson.

AVE & CR

Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating structural equation models. Journal of Marketing Research, 18(1), 39–50.

SEM / PLS

Hair, J. F., et al. (2019). Multivariate Data Analysis (8th ed.). Cengage.
Hair, J. F., et al. (2021). A Primer on PLS-SEM. Sage.

Lakukan Semua Ini di Ruang Statistika

Setelah memahami teori validitas dan reliabilitas, langkah selanjutnya adalah menjalankan analisisnya. Tidak perlu instal SPSS atau belajar coding dari nol.

Ruang Statistika menyediakan 30+ modul analisis statistik berbasis Python yang dapat diakses langsung dari browser — gratis untuk modul esensial.

Modul Terkait Validitas & Reliabilitas

Uji Validitas (CITC)
Cronbach Alpha
Hitung CVR & CVI
CFA (Confirmatory Factor Analysis)
AVE & Composite Reliability
Discriminant Validity
Analisis Faktor Eksploratori (EFA)
SEM (AMOS / SmartPLS)
Regresi Linier & Berganda
Narasi Otomatis AI (Pro)

Keunggulan Ruang Statistika

🖥️ Berbasis Browser

Tidak perlu instal SPSS, Python, atau R. Cukup upload data Excel/CSV dan analisis langsung berjalan.

📄 Output Siap Laporan

Hasil analisis disajikan dalam tabel terformat rapi dan interpretasi otomatis yang siap masuk ke Bab 3 dan Bab 4 skripsi.

🤖 AI Narasi (Pro)

Setiap hasil diinterpretasikan otomatis oleh AI dalam Bahasa Indonesia akademis — format skripsi Indonesia atau APA 7th.

🎓 Konsultasi Langsung

Stuck di analisis? Konsultasi langsung dengan Yogo via WhatsApp untuk panduan metodologi dan interpretasi hasil.

🤖 Fitur AI Narasi (Pro)
Setiap hasil analisis validitas dan reliabilitas dapat diinterpretasikan otomatis oleh AI dalam Bahasa Indonesia akademis yang siap masuk ke Bab 3 dan Bab 4 skripsi Anda — format APA 7th, Skripsi Indonesia, atau Jurnal.

Coba Sekarang — Gratis 🎓

30+ modul analisis statistik berbasis Python, langsung dari browser. Tidak perlu instalasi apapun.

🌐 Buka Ruang Statistika

💬 Konsultasi via WhatsApp

Tentang Penulis

Y

Yogo Aryo Jatmiko, SST, M.Stat

Statistisi Ahli · Demografer · Founder Ruang Statistika

📊 10+ Tahun Pengalaman 📄 8+ Publikasi Jurnal 🎓 Pembicara Webinar Nasional

Yogo Aryo Jatmiko adalah seorang Statistisi Ahli di Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dengan lebih dari 10 tahun pengalaman di bidang statistik populasi dan demografi. Ia juga merupakan Dosen Demografi di Politeknik Statistika STIS, lembaga kedinasan di bawah BPS.

Sebagai peneliti aktif dengan lebih dari 8 publikasi jurnal, Yogo memiliki keahlian mendalam dalam analisis data kependudukan, proyeksi penduduk, dan pemodelan statistik lanjutan. Ia terlibat langsung dalam Tim Proyeksi Penduduk SP2020 dan berbagai proyek strategis BPS. Dikenal sebagai pembicara webinar nasional, termasuk sesi analisis data JASP dan AI untuk 500+ peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

Keahlian Utama

Analisis Statistik

Regresi, SEM, CFA, Mediasi, Moderasi, ANOVA

Demografi

Life Table, Proyeksi Penduduk, Kohort-Komponen

Machine Learning

ARIMA, Regresi Bayesian, SAE-HB

Tools

SPSS, R/RStudio, Python, AMOS, SmartPLS, JASP, Stata

Kontak & Tautan

💬 WhatsApp

+62-896-5500-3613

📧 Email

yj29289@gmail.com

🔗 Profil Akademik

LinkedIn · ResearchGate · ORCID · Google Scholar